PASANG IKLAN

Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan

Hanya Iman Dan Amal Soleh Yang Akan Dibawa Mati

Ketika masih hidup di dunia sebagian manusia yang suka 
PAMER KEKAYAAN
PAMER PEKERJAAN
PAMER JABATAN
PAMER PRESTASI
Ketika mati barulah sadar
Yang dulu di bangga banggakan dan mati matian untuk mendapatkanya tak satupunn akan menolongmu

Ngaji


NGAJI....
Tempatnya jauh, kau mengeluh...
Tempatnya dekat, kau tak berangkat...

Ada jadwal pagi,kau minta petang...
Dipindah petang, kau bilang lelah baru pulang...

Ngaji dihari biasa, kau bilang sibuk kerja...
Ngaji diakhir pekan, kau bilang bentrok banyak undangan dan urusan...

Kelas sudah berjalan, kau tanya kapan lagi pendaftaran...
Dibuka pendaftaran baru, kau bilang nanti dulu masih atur waktu...

Belajar tajwid kau bilang susah...
Baca quran tak bertajwid, kau anggap tidak sah...

Disuruh menghafal, kau bilang memberatkan...
Tak ada hafalan, kau bilang kurang tantangan...

Ustadz lulusan pesantren, kau anggap gak keren...
Ustadz lulusan perguruan tinggi, kau bilang tidak cocok ngajar ngaji...

Ustadz ngajarnya serius, kau bilang bikin bete...
Ustadz ngajarnya santai, kau bilang kurang oke...

Makhraj kurang tepat, kau minta dikoreksi...
Sering dikoreksi, kau kapok tak mau lagi mengaji...

Setan itu gigih, sering membisiki pelemahan dan pembenaran untuk menghindari yang baik baik
Jangankan ngaji, orang sakratul maut aja masih di ganggu agar gak mampu melafadzkan tauhid
Nah besok besok setelah baca ini, kalau kalian sudah punya niat GO aja jangan kasih setan menang

NGAJI itu PENTING, bukan yang penting NGAJI...

Mensyukuri nikmat dan karunia yang telah Allah berikan


Entah siapa yang menulis postingan ini, sangat bagus untuk dibaca.
Monggo disimak.. .

  • Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.
  • Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu. 
  • Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA*.
  • Namun tetap miskin juga.

Tak perlu minder apalagi protes padanya
Seorang anak bertanya kepada ibunya : *Ibu, mengapa kita miskin?*

Dengan tenang sang ibu berkata :
"Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di Supermarket.
Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.
Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti, Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.
Sementara kita tak mungkin membawa apa-apa.  Karena tak punya uang untuk membelinya.
Di  pintu kasir pun kita tak akan di periksa, di biarkan jalan begitu saja.
Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang-orang kaya ditanya tentang :
Darimana hartanya mereka peroleh ?.
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !.
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima?.
Anakku, Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin : BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

  • BERPIKIRLAH POSITIF
    Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa.
    Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.


  • JANGAN PERNAH MINDERKarena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia,
    Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
    Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya, Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat. Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.
    Menunggu kita Siap Menerimanya.... 

Ingatlah apa yang di sampaikan Rasulullah s.a.w  "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda,melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".
Semoga kita semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang telah Allah s.w.t  berikan.

Aamiiin ya rabbal'alamin

Kematian


Dulu orang tua pernah bilang,
"Kalau ibu dan ayah sudah tiada nanti, selepas kebumikan, jangan buru-buru balik lagi..
Tunggulah 10 - 15 menit karena di waktu itu, malaikat akan datang.. Jika masih ada anaknya di atas kubur, malaikat akan bertanya kepada arwah dengan nada yang rendah".

Nabi berkata,
apabila kita dimasukkan ke dalam kubur,
badan kita bersandar dengan batu, tanah dan kain kapan..
Akhirnya dihadapkan ke arah kiblat..
Dibuka muka kita,
pipi kita akan kena tanah..
Duduk dalam kubur menghadap kiblat.

Suami, isteri, anak-anak menangis..
Selepas itu,
diambil papan lalu ditutup..
Tanah pun diturunkan secara perlahan-lahan..
Bila sudah sampai separuh kubur,
tukang kubur pun naik melompat ke atas..
Bila melompat naik ke atas,
tutup..!
Dipijak-pijaknya kubur..

Nabi berkata,
bila berpaling saja muka orang yang mengantar kita ke belakang kubur,
kita mendengar bunyi derapan tapak kaki mereka pulang..
Derapan kaki-kaki mereka kita boleh dengar.. Maka pada saat itulah,
roh kita akan duduk..
Duduknya roh dan kaki melunjur..
Badan tegak.

Maka pada masa itulah,
kita akan memanggil orang-orang yang mengantar kita ke kubur..
Kalau isteri yang antar,
kita akan memanggil isteri kita.
.
"Dik, jangan tinggalkan Abang.. Dik katanya mau sehidup semati".

Isteri tak mendengar..
Isteri membawa cerek dengan daun pandan balik sambil lap air mata..
Sayang seperti apa pun isterinya,
dia akan balik..
Suami memanggil, "Dik, jangan balik, Dik.. Tunggu Abang, Pah"
Dia tak kan nengok..
Dia tetap balik.

Selepas itu,
kita akan melihat anak-anak kita balik..
Kita panggil anak-anak,
tapi tak dengar..
Selepas mereka semua pergi,
datanglah dua malaikat..
Yang hitam kedua-duanya..
Yang biru kedua-duanya..
Dan kita dengar langkah kaki malaikat lebih kuat daripada langkah kaki-kaki orang yang balik tadi..
Siap dengar bunyi rantai yang dibawa lagi..
Lagi menakutkan.

Yang tak pernah senyum dan ketawa,
malaikat masuk terus menghadap dan memanggil kita,
"Hai manusia" ..
Malaikat tak berkata,
"Hai ustaz, hai ustazah".
Malaikat tak menyebut.
Malaikat pun tak kenal kita.
Malaikat tak memanggil hajjah atau haji,
tapi memanggil,
"Hai manusia".

"Hai manusia, apa pendapat kamu tentang Muhammad bin Abdullah..?"
Itulah pertanyaan dia..
Maka kita akan menjawab,
"Dia itu adalah hamba Allah,
dia adalah pesuruh Allah..
Aku bersaksi tiada Tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah "
Kalau itulah jawaban kita,
selamatlah kita..
Dia tak bertanya lagi,
"Ma Robbuka..? Ma Nabiyyuka..?".

Kalau lulus pertanyaan ini,
maka lepaslah pertanyaan-pertanyaan yang lain..
Maka, malaikat tadi mendengar apa yang kita jawab..
Malaikat berkata,
"Kami sudah tahu kamu akan jawab seperti itu.. Kami tanyakan untuk memastikan bahwa kamu orang yang baik"
Maka, kata malaikat kepada kita,
"Tidurlah kamu di dalam kubur ini seperti tidurnya pengantin".

Maka ahli kubur tadi berkata,
"Pulangkan aku balik ke dunia.. Aku mau balik pada keluargaku.. Aku mau beritahu keadaan aku di kubur.. Tolong antarkan aku balik..!",
rayu si mati pada malaikat.

Rupanya, orang mati ini mau balik ke dunia bukan mau makan nasi,
bukan mau nonton TV..
Bukan..!
Dia balik sebab mau memberitahu pada anak-anak supaya sholat.

"Wahai anak-anakku dan isteriku, sholatlah." "Wahai suamiku, sholatlah".

Tapi malaikat kata,
"Tak boleh balik.. Kamu sekarang berada di alam barzakh..
Kamu tak boleh campur dengan alam dunia".

Nabi SAW kata,
kalau kamu orang yang baik,
kata Nabi SAW,
akan diluaskan kuburnya seluas 70 hasta,
dilebarkan 70 hasta dan dicerahkan kubur kamu..
Tetapi,
walaupun mayat tak boleh memberitahu kita,
Nabi sudah mengabarkan pada kita..
Itulah untungnya kita menjadi umat Nabi Muhammad SAW.

Sesungguhnya bekal yang paling baik adalah taqwa..
Jagalah sholat kita.

ALLAHU AKBAR.

Rasulullah S.A.W bersabda :"Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala." (HR. Al-Bukhari)

Jangan lupa follow Official Line @Campuspedia https://line.me/R/ti/p/@campuspedia
Instagram Campuspedia https://www.instagram.com/campuspedia

Subscribe : http://bit.ly/campuspediayoutube
#Campuspedia - Indonesia Student Platform
#SemogaBermanfaat

Sholawat Ulul Azmi dan Sholawat Malaikat


Sholawat Ulul Azmi dan Sholawat Malaikat.
Super dahsyat.

Kiranya diperlukan buat sahabat yg senang berdzikir dan bersholawat di mlm jum'at kliwon atau setiap malamnya.
✅ Bismillah ya Alloh bismillahi ya Rohiim
✅   Syahadat .....
✅ Sholawat Ulul Azmi ( Allohumma sholli 'alaa sayyidina Muhammad wa Aadama wa Nuuha Wa Ibroohima wa Muusa wa 'IIsa ,wamaa bainahum minannabiyyiina wal mursaliin,sholawatullohi wa salaamahu 'alaihim ajma'iin.)
Boleh di sambung dengan Sholawat Malaikat ( Allohumma sholli 'alaa sayyidina Jibril wa Mikail wa Isrofil wa 'Izroil,wa haamilatil 'arsyil 'Adhim ,wa 'alaa jaami'il Malaaikatil muqorrobiin ,wa alaa Jaami'il anbiya'i walmursaliin,sholawatullohi wa salaamahu 'alaihim ajma'iin)
Perbanyak sholawat dan di akhiri dg baca dalam hati yg di bawah ini
Wakhootamu sulaimana 'alaa Lisanii,faman takallamtu ilahi qodhoo haajatii......( bila yg punya hajat sebutkan setelah haajatii...) terus diulang ulang.
Senatiasa bermanfa'at.

Penamaan Bulan Dalam Kalender Masehi Di ambil Dari Nama Berhala


Kalender masehi adalah syi’ar agama nashara (Kristiani)?
Asal penyebutan kata “masehi” adalah penisbatan kepada Nabi ‘Isa ‘alaihis salam karena awal perhitungan penanggalan ini diambil dari tahun lahirnya Nabi ‘Isa ‘alaihis salam
Sebagian Penamaan Bulan-Bulan dalam Kalender Masehi Diambil dari Nama Berhala-Berhala Romawi dan Kaisar-Kaisarnya
  1. Januari Penamaan Bulan Januari diambil dari Janus (dewa permulaan dan akhir bangsa Romawi ada yang mengatakan dewa matahari).
  2. Februari 
    Penamaan Bulan Februari diambil dari Februus (dewa kematian dan pemurnian Romawi yang juga menjadi dewa bangsa etruskan. Bulan ini menjadi bulan perayaan ritual pemurnian di romawi yang dirayakan setiap tanggal 15 bulan ini).
  3. Maret 
    Penamaan Bulan Maret diambil dari Mars (dewa perang romawi) .
  4. April
    Penamaan Bulan April di ambil dari aperire yang artinya membuka.
    April (Aprilis) dalam kalender romawi merupakan penghormatan untuk dewi venus, dewa cinta dan keindahan. Kata april diambil dari nama venus dalam bahasa yunani yaitu aphrodite (Aphros).
  5. Mei Penamaan Bulan Mei di ambil dari maia maiestas (dewi romawi ,dewi kelahiran dan perkembangbiakan keturunan).
  6. Juni 
    Penamaan Bulan di Juni diambil dari juno (dewi romawi, istri jupiter (mitologi), ada yang mengatakan dewi bulan).
  7. Juli
    Penamaan Bulan Juli diambil dari Julius Caesar (Diktator Romawi).
  8. 8.Agustus Penamaan Bulan di Agustus diambil dari agustus (Kaisar Romawi Pertama).
Kalau bukan karena kebutuhan yang mendesak, tentu keimanan kita menolak mentah-mentah mengucapkan nama-nama berhala itu.Tak sudi rasanya hati yang dipenuhi keimanan memuliakannya (kalender masehi), lisan yang basah dengan dzikrullah menyebut-nyebutnya, jari-jemari yang akrab dengan mushaf Al-Qur`an menuliskan nama-nama berhala, dewa, dewi, dan kaisar mereka.
"Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia bagian dari kaum itu” (HR. Abu Dawud)
Hadits di atas mengandung larangan tasyabbuh dengan simbol-simbol orang kafir, hari raya, kebiasaan-kebiasaan, dan seragam-seragam khas mereka serta apa-apa yang menjadi kekhususan mereka. Dan tidak diragukan lagi bahwa penggunaan kalender masehi masuk kedalam ciri khas orang kafir.
Sesungguhnya kaum muslimin ,sejak dicanangkannya kalender Hijriyyah oleh Umar bin Khaththab telah menggunakan kalender Hijriyah, namun penjajahan kuffar terhadap kaum musliminlah yang menyebabkan kita lupa dengan kalender sendiri (kalender Hijriyah).
Islam adalah agama yang tinggi (mulia) dan tidak ada satupun yang bisa merendahkannya, maka wajib bagi umat Islam menjadi umat yang yang tinggi (mulia) pula dan tidak ada seorang pun yang merendahkannya. Inilah kewajiban kita jika bercita-cita meraih kemuliaan dan kehormatan.
"Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa ilmu dan amal untuk dimenangkan-Nya atas segala agama lain,walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai (Qs. At Taubah 33)


Sumber:

HUKUM MENIKAH DENGAN PEZINA


Secara umum Al Qur’an menjelaskan bahwa pezina tidak menikahi kecuali dengan pezina pula atau orang musyrik, dan diharamkan bagi orang beriman menikahi atau dinikahi mereka. Hal ini digambarkan oleh Allah SWT dalam firmannya:

“Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik; dan perempuan yang berzina tidak di kawini melainkan oleh laki-laki yang berzina, atau laki-laki musyrik, dan yang demikian itu diharamkan atas orang-orang yang mu’min.” (QS. 24:3)

Jadi tidak halal bagi seorang mu’min laki-laki maupun wanita menikah dengan pezina. Pendapat ini merupakan pendapat Imam Ahmad, Ibnu Hazm, dan dirajihkan oleh Imam ibnu Taimiyah dan Imam Ibnul Qayyim. Sedangkan Jumhur Ulama berpendapat bahwa ayat tersebut bukan menunjukkan pengharaman menikah dengan pezina tetapi sekedar celaan terhadap perbuatan tersebut. Jumhur ulama berhujah dengan hadits:

“Sesungguhnya seorang lelaki berkata kepada Nabi SAW tentang istrinya: ‘Sungguh istri saya tidak menolak tangan laki-laki yang menyentuhnya (artinya berzina). Lalu Nabi SAW berkata: ‘Ceraikan istrimu’, kemudian lelaki itu menjawab: ‘Sesungguhnya aku masih mencintainya Ya Rasul. Rasul berkata: ‘Kalau begitu pertahankan dia (tetap jadi istrimu)”.

Imam Ahmad mengatakan bahwa hadits tersebut adalah hadits munkar dan Imam Ibnul Jauzi memasukkannya ke dalam hadits-hadits lemah. Demikian pula Abu Ubaid menyatakan bahwa hadits tersebut bertentangan dengan Al Qur’an dan Sunnah yang masyhur (Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 2/233).

Akan tetapi, para ulama sepakat apabila orang yang pernah berzina, menyesali dosa-dosanya dan bertaubat dengan taubat nashuha, serta bersumpah untuk tidak akan pernah terjatuh di lubang yang sama untuk kedua kalinya, maka orang seperti ini tidak bisa disamakan dengan pezina dan insya Allah dosanya diampuni Allah. Predikat ‘pezina’ hanya disandang oleh orang yang masih aktif melakukannya. Sedangkan orang yang pernah sekali tercebur dalam dosa itu, tidak disebut dengan predikat itu. Allah SWT berfirman:

“Dan orang-orang yang tidak menyembah ilah yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang” (QS. Al Furqan: 68-70)

Baginda Nabi SAW bersabda pernah bersabda:
“Orang yang bertaubat dari dosanya seperti orang yang tidak pernah berdosa” (Al-Mughni 6/603). Selanjutnya mereka dianggap sebagai orang baik-baik (Thayyib/thayyibah).

Jadi laki-laki yang pernah berzina lalu bertaubat boleh menikah dengan wanita baik-baik, sebaliknya wanita yang pernah berzina kemudian bertaubatpun boleh menikah dengan laki-laki baik-baik. Demikian pula laki-laki yang pernah berzina kemudian bertaubat boleh menikah dengan wanita yang pernah berzina lalu bertaubat (pendapat Jumhur Ulama) (Al-Fiqhul Islami wa Adilatuha, DR. Wahbah Az-Zuhaili: 7/149; Fiqhus Sunnah, Sayyid Sabiq: 2/231-234) sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nur: 26:
اَلزَّانِيْ لَا يَنْكِحُ اِلَّا زَانِيَةً اَوْ مُشْرِكَةً ۖوَّالزَّانِيَةُ لَا يَنْكِحُهَآ اِلَّا زَانٍ اَوْ مُشْرِكٌۚ وَحُرِّمَ ذٰلِكَ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَaz-zānī lā yangkiḥu illā zāniyatan au musyrikataw waz-zāniyatu lā yangkiḥuhā illā zānin au musyrik, wa ḥurrima żālika 'alal-mu`minīn
Artinya : “Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula)…”.

Ulama sepakat yang dimaksud ‘yang keji’ disini adalah ‘pezina’ karena berkaitan dengan kisah Aisyah ra dengan Shafwan bin Mu’attal yang dituduh berbuat keji sampai kemudian Allah SWT sendiri membatalkan tuduhan keji tersebut dalam Al Qur’an dan menjelaskan bahwa Aisyah r.a. adalah wanita baik-baik yang diperuntukan untuk laki-laki baik-baik bahkan yang terbaik yaitu Rasulullah SAW.

Ibnu Abbas pernah ditanya oleh seorang lelaki: “Aku sungguh suka kepada seorang wanita, lalu aku melakukan sesuatu yang diharamkan Allah SWT (berzina), kemudian Allah membukakan pintu taubat untukku, dan aku ingin menikahi wanita itu.”

Orang-orang mengatakan: ‘Sesungguhnya pezina tidak menikahi kecuali pezina atau orang musyrik’. Ibnu Abbas lalu berkata: “Hal itu tidak relevan untuk orang ini, lalu berkata: ‘Nikahi wanita itu, nanti kalau hal itu berdosa maka dosanya akan aku tanggung’ (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim).

Ibnu Umar juga pernah ditanya oleh seorang lelaki yang berbuat mesum dengan seorang wanita, “Apakah aku boleh menikahinya? Beliau berkata: “Ya apabila kalian berdua bertaubat dan melakukan kebajikan”.

Wallahu a’lam bi ash-Showab

Baca Juga Artikel Lainya