PASANG IKLAN

Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ceritaku. Tampilkan semua postingan

Kehidupan Setelah pernikahan yang justru tidak mendewasakan diri



Apakah ada kehidupan pernikahan yang justru tidak mendewasakan diri? Mengapa bisa begitu?

Ada, banyak banget malah.
Menurut pendapatku, hal tersebut terjadi karena salah satu pasangan atau keduanya (suami istri), dikit dikit suka ngadu ke orangtua masing masing.
Banyak kejadian yang pernah aku temui, baik di lingkungan rumah, saudara, kerabat bahkan teman dekat yang berada di posisi ini. Misalnya punya masalah dikit saja antara mereka berdua, langsung ngadu ke orangtua. Lha, orangtua mana coba yang rela anaknya di sakiti, tentunya mereka murka, terus ujung ujungnya di suruh pisah.
Pernikahan ibarat bertemunya garpu dan sendok di atas piring. Sepelan apapun menyendok makanan dari piring, garpu dan sendok pasti akan selalu bersinggungan. Nggak ada rumah tangga yang tidak pernah ribut. Dua kepala di satukan, tentu punya pemikiran yang berbeda.
Intinya, jika sedang bertengkar hebat dengan pasangan, jangan pernah menceritakannya kepada orangtua. Selesaikan setelah emosi mereda keesokan harinya.
Setelah menikah, sebaiknya segera tinggal terpisah dari orangtua atau mertua. Tinggal di bedengan kecil sumpek pun rasanya lebih merdeka daripada di rumah mertua yang besar bagai istana.
Selain untuk menghindari konflik, jika tinggal di rumah sendiri itu bisa membuat kita dan pasangan lebih kompak. Masak berdua, beberes rumah berdua, bahkan cuci pakaian pun berdua, pak suami yang nyuci, istri yang jemur, seru kan.
Nah, untuk yang ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan, saran saya persiapkan segala sesuatunya dengan matang, andai keuangan sangat minim, lebih baik nikah di KUA saja, nggak perlu gengsi gengsian. Uang untuk resepsi lebih baik di gunakan untuk membeli perabot dapur dan mengontrak rumah kecil atau bedengan saja, bayar 1 atau 2 tahun, jadi tiap bulan nggak pusing mikirin sewaan. Hindari berhutang hanya untuk sebuah pesta pernikahan yang "WAH".
Kalau ada lebih dari pendapatan, bisa di tabung dikit dikit, nggak usah ikut2 an tren, tutup mata tutup telinga untuk semua tren yang berseliweran, fokus ke kehidupan rumah tangga yang baru di bangun.
So, jangan pernah takut menikah ya, menikah itu adalah ibadah yang paling besar pahalanya.
Semgoa bermanfaat

Berakhir dengan Penghianatan dan sebuah kebohongan

Aku sadar bahwa Tuhan tidak menjanjikan kepada kita untuk hidup yang sejahtera selamanya pesti ada akhirnya. 
Dalam salah satu sabda tuhan bahwa hidup di dunia ini penuh coba, penuh liku, penuh tantangan dan ujian.
Semua itu terjadi secara alamiah, hidup mempunyai watak dasar menseleksi seluruh makhluk yang hidup diatas bumi  ini
Pernah kalian merasa kagum dengan seseorang laki laki ganteng, mencintainya mati-matian, berharap selau terus bersamanya.

Sampai sampai dalam khayalan engkau akan membangun masa depan dan berjuang sama sama bersamamku, tapi kau merasa harus menunggu karena masih ada tanggung jawab kuliah yang harus kau selesaikan? 
Atau jangan-jangan kaulah orang yang siang-malam bekerja keras mengumpulkan uang demi bersegera menikahi pujaan hati yang diam-diam kau sebut namanya dalam doa tanpa henti?

Di Saat segala rancang bangun membangun pernikahan yang kita inginkan sudah sedekat pelemparan mata.
Hati dan otak sudah pula di penuhi kebahagiaan dengan kehidupan bersama idaman hati setelah akad nikah.
Duduk di berdua di pelaminan, menu makanan, design undangan pun sudah terbayang-bayang akan kita bagaimanakan.

Segala macam kebutuhan sudah hampir sempurna kita persiapkan, tiba-tiba setelah beberapa bulan nikah yang selalu di dambakan tidak sesuai harapan 
Usaha dan doa tidak berhasil kita lakukakan. 

“Maafkan saya, Tolong ikhlaskan hutang-hutang saya yang telah kamu bayar”
Demikian statement akhir dari orang yang saya cintai/ Istri saya NAFSIAH Bt NAMAN S.

Disaat itulah kita mulai merasa dunia mengkhianati kita.
Lalu kita berpikir “kenapa harus saya?” yang harus menanggung hutang hutangnya dan kenapa harus saya???.

Jika kemudian kemanusiaanmu memaksamu menangis dan bersedih, berilah Sedikit waktu hatimu untuk menghabiskannya. Tapi jangan lupakan dirimu sepenuhnya. Jangan sampai karena sedemikan larut dirimu dalam kesedihan itu akalmu hilang sadar tentang kemahaadilan Tuhan kita. Segala kendali hidup sepenuhnya di bawah rencananya. 

Selalu ada kemudahan dalam setiap kesukaran yang dihadirkannya. Begitulah janjinya. Segeralah jawab pertanyaan “kenapa harus saya?” itu dengan selalu ingat sabdanya: ”bisa jadi kalian menyukai sesuatu, tapi sebenarnya itu buruk bagimu. Bisa jadi kalian membenci sesuatu padahal menurut Allah itu baik padamu. 
Allah maha mengerti segala sesuatu yang tidak kau tau (dengan sebenar-benarnya)”

Bersyukurlah Bukan Kita yang Menjadi Peluka, tapi kenapa harus saya yang harus menanggung beban hutang hutang mantan suaminya....!

Duka Berbalas Duka Hanya akan Menjatuhkanmu dari Sifat Dewasa
Janji yang di ingkari itu memang menyakitkan "Berjuang sama sama itu " Hanya kata kata  pemanis semata untuk mudah meraih keinginan dan rencanya.
Sebuah pengharapan yang dikhianati dan doa doakupun  pun tak kalah memilukan.

dalam benak hati " TUNTUT atau IKHLASKAN

Tapi apakah kedukaan yang menggores hati kita akan selalu kita balaskan? 
Apa yang akan kau cari dengan melakukannya? 
Kepuasan? 
Kemenangan diatas derita orang lain? 
Lalu apa bedanya kita dengan mereka? 
Sama-sama penghunus luka? 

Ingatlah…! 
Tuhan punya regulasi sendiri bagi penyebar rasa sakit di dunia ini, begitupun untuk mereka yang memilih bersabar untuk menahan diri. 
Tentu saja Alloh menyediakan balasan bagi mereka kejutan-kejutan yang lebih hebat lagi untukku dan azab untuknya

Aku dulu selalu berfikir "cobaan ini sengaja dikirim Tuhan untuk melatih kita menjadi dan selalu waspada"
Agar ketika kita tahu bahwa sakitnya dilukai itu begitu perihnya, darinya kita akan semakin berhati-hati membawa diri.
Ternyata semua itu salah besar, saya semakin terpuruk beban hidup semakin bertambah, kasihan orang tuaku harus 
menanggung rasa yang sangat begitu kecewa karena ulah tidak terpuji Istriku

Ya allah" semoga orang tuaku mendapatkan surgamu" Ammmin ya robal alamin.

Setelah beberapa bulan kami menikah aku mulai sadar ternyata cintaku hanya bertepuk sebelah tangan dan aku hanya di manfaatkan saja. Untuk Membayar hutang hutang dia dan hutang mantan suaminya. 

kini aku sadar dan harus bisa bangkit dari sebuah keterpurukan itu aku harus bisa.

Sebagaimana keburukan tidak akan kembali kecuali kepada pelakunya, begitupun sifat kebaikan.
Orang yang baik di mana pun berada akan selalu baik, orang jahat dimana pun ia berada akan selalu berbuat jahat. dan sebuah karma tidak akan pernah bisa terlepas.

Ketika kita menyebarkan kebaikan dengan penuh keikhlasan, kita kemudian menjadi sesuatu yang sangat dirindui oleh banyak orang.
Bersamamu mereka bahkan merasa rela berbagi surga di kehidupan mendatang.

Menangkan Diri kita Dari Nafsu yang Sementara
Balaslah Rasa Sakit hatiku ini dengan Menebar Manfaat Pada Orang Lain Sebanyak-banyaknya semoga aku bisa

Itulah pelajaran kebodohan dariku yang dahulu pengalaman aku dan orang tuaku di lukai hatinya oleh mantunya.

Ketika aku bangkit nanti, buatlah ibuku bangga.
Ketika aku berada di puncak kebahagiaan dan di saat ia di sepertiga malam mendoakan ku,
“Telah aku Ikhlaskah kamu berbagi. surga akan terus bersamaku di hari kebahagian nanti?” 
ketika mendengar itu semoga kau akan mendapat kebahagian duani akhirat

Aamin ya robal alamin

Hanyalah Sekedar Ambisi Semata


Suka seseorang itu hak dari seseorg itu sendiri. 
Gimana kitanya memperilakukannya seperti apa. 
Kalo ada niat untuk memiliki itu bukan rasa yang tulus. 
Itu hanyalah sekedar ambisi semata

Di tinggalkan itu hakikat manusia


ini merupakan dari ungkapan pendapat, tidak ada maksud menyindir atau pun menyinggung. Tulisan ini juga sekedar mengingatkan saya untuk tidak menjadi pribadi yang egois dan kaku.  

Sebuah tulisan yang hanya mencoba menembus ruang pemikiran-pemikiran orang tentang keputusan penting dalam hidupnya, tentang sebuah keputusan menyikapi sebuah hakikat kehidupan dalam pengambilan keputusan yang mungkin didasari oleh dua pemikiran cinta dan logika.

Hidup nampaknya seperti sebuah bom waktu yang kapan saja siap meledak.  Sebuah cerita yang awalnya di mulai dengan proses kelahiran anak manusia yang kemudian perlahan menapaki hidup dan pada akhirnya pergi dalam waktu yang tak satu pun orang tahu.  
Yaah seperti itulah sebuah kehidupan manusia, sebuah hakikat meninggalkan dan ditinggalkan.

Berbicara tentang meninggalkan dan di tinggalkan saya jadi berpikir jauh untuk menerobos kehidupan orang lain di sekeliling saya yang memilih berbagai keputusan ekstrim pasca di tinggalkan pasangannya, khususnya di dalam sebuah pernikahan.
Bukan maksud menghakimi keputusan mereka, toh hidup mereka adalah mereka yang mengetahui apa yang baik dan yang tidak, tentu juga keputusan mereka adalah keputusan yang didasari atas kehendak Tuhan.


Keputusan apa yang saya maksud??

Keputusan untuk menikah lagi atau tidak setelah ditinggalkan pasangan.

Jika ada seorang istri yang ditinggalkan suaminya keputusan menikah lagi tentu didasari oleh logika dalam pemikiran utama mereka.  Saya berani berpikir demikian karena saya menemui banyak istri yang sudah ditinggal mati suaminya dan mengataskan logika untuk memutuskan menikah kembali ketimbang mengataskan cinta.

Seorang istri yang kemudian terlahir sebagai ibu setelah ditinggal mati suaminya pasti akan berpikir "hendak jadi apa kehidupan anak saya kelak???  bagaiamana saya bisa bertahan hidup tanpa ada seorang suami yang bisa menafkahi saya dan anak-anak saya? Bagaimana dan bagaimana!"

Logika seorang ibu menyertai anaknya.  Saya rasa tidak salah jika memang hal utama memutuskan menikah kembali karena kepentingan masa depan anaknya.  Toh seorang ibu tidak akan sampai hati melihat masa depan anaknya suram.  Mereka tidak hanya butuh kasih sayang, tetapi juga materi.  Lumrah jika keputusan awalnya adalah sebuah logika yang dikedepankan, toh pada akhirnya seiiringnya waktu berjalan akan ada cinta yang jauh lebih dikedepankan ketimbang logika.

Berbeda dengan istri berbeda pula dengan suami.  Suami juga mengedepankan logika, namun mungkin cenderung agak egois.  Wajar saya rasa, karena lelaki terlahir dengan nafsu yang lebih kuat.  Suami akan cenderung berpikir bagaimana bisa dia hidup tanpa belaian seorang wanita.  

Lebih baik menikah lagi ketimbang harus mencari alternatif "Jajan", atau jika logika sehat mereka berjalan mereka akan sedikit berpikir "Siapa yang akan merawat anak-anak saya kelak sementara kodrat saya adalah mencari nafkah."


Keputusan kedua adalah keputusan yang mengedepankan Cinta.  
Saya sangat salut dengan orang yang masih bertahan setelah kematian pasangannya tanpa adanya pernikahan lagi setelahnya.  
Cinta bermain dengan keihlasan dan keyakinan bahwa dia bisa berjalan sendiri, ada ataupun tanpa pasangannya.  Toh jasad memang terkubur, tapi raga tetap ada.


Entah akan jadi seperti apa saya kelak ketika di hadapkan dalam drama hidup seperti itu.  
Saya menyadari bahwa kehidupan itu adalah menerima kepergian setelahnya.


Saat ini saya hanya berdoa, kelak Tuhan melahirkan saya dalam dua fase lagi, yakni menjadi istri dan ibu, tolong lahirkan saya sekali seumur hidup.  Artinya biarkan saya menikmati menjadi seorang istri hanya sekali sampai saya tua, izinkan saya dan suami saya hidup sampai kakek nenek, paling tidak sampai kami benar-benar siap meninggalkan satu sama lain dalam keadaan anak-anak kami sudah cukup merasakan kasih sayang kami, dan sudah cukup kuat untuk kami tinggalkan. 

Izinkan pula saya menjadi seorang ibu yang sel telurnya dibuahi hanya dari sel jantan lelaki yang sama seumur hidup saya.  Kalo pun Allah berkehendak lain, jadikana keputusan saya seimbang, logika menerima cinta, dan cinta menyertai logika.

Gak ketemu rindu pas ketemu berantem mulu


Jika jarak ini sudah bisa di hadapi, tantangan apapun nanti tak akan terasa lebih berat dari ini.
Rindukah kamu pada pasangan yang mengisi hati tapi tak bisa di kunjungi setiap waktu? Tenang, sekarang ada Traveloka yang menemani perjuanganmu. 

Di Traveloka bisa kamu temukan rate hotel termurah dan harga tiket yang tak membuat payah.
Jadi, kapan hendak memecah tabungan rindu lalu bertemu

I will stay here


I will stay here
Even though you keep running, I keep on approaching
Whatever will happen, I will keep on going
Even though your heart continues to hurt

Mensyukuri nikmat dan karunia yang telah Allah berikan


Entah siapa yang menulis postingan ini, sangat bagus untuk dibaca.
Monggo disimak.. .

  • Apabila kita telah berusaha dan bekerja keras.
  • Apabila kita telah jalani Sholat yang lima waktu. 
  • Apabila kita sudah melakukan Sholat Dhuha, Tahajud, Dzikir, Sholawat dan DOA*.
  • Namun tetap miskin juga.

Tak perlu minder apalagi protes padanya
Seorang anak bertanya kepada ibunya : *Ibu, mengapa kita miskin?*

Dengan tenang sang ibu berkata :
"Nak, hidup ini seperti jalan-jalan di Supermarket.
Semua orang boleh memilih dan membawa barang apa saja yang ia inginkan.
Siapa yang membawa sepotong roti, maka ia harus membayar seharga sepotong roti, Siapa yang membawa tiga potong roti, iapun harus membayar tiga potong roti.
Sementara kita tak mungkin membawa apa-apa.  Karena tak punya uang untuk membelinya.
Di  pintu kasir pun kita tak akan di periksa, di biarkan jalan begitu saja.
Begitu pula kelak di Hari Kiamat Nak.

Saat orang orang kaya antri menjalani pemeriksaan untuk dimintai pertanggung jawaban.

Saat orang-orang kaya ditanya tentang :
Darimana hartanya mereka peroleh ?.
Dan kemana hartanya mereka gunakan ?

Kita dibiarkan terus berjalan tanpa beban.
Lebih enak bukan !.
Apakah engkau masih juga belum bisa menerima?.
Anakku, Jika kita memang ditakdirkan menjadi orang miskin : BERSABARLAH SEJENAK,
Karena setelah kematian, kemiskinan itu akan sirna.

  • BERPIKIRLAH POSITIF
    Barangkali, jika kita kaya belum tentu bisa lebih bertakwa.
    Mungkin juga, dengan kemiskinan kita akan lebih mudah meraih SURGA-NYA.


  • JANGAN PERNAH MINDERKarena kaya dan miskin bukanlah ukuran Mulia dan Hinanya manusia,
    Tetaplah berprasangka baik pada ALLAH Subhanahu Wa Ta'ala.
    Singkirkan rasa iri , cemburu & buanglah tanda tanya, Tentang Kehendak-NYA Pembagi Nikmat. Mungkin jatah yang buat kita masih tersimpan di SURGA.
    Menunggu kita Siap Menerimanya.... 

Ingatlah apa yang di sampaikan Rasulullah s.a.w  "sesungguhnya kekayaan itu bukan terletak pada harta benda,melainkan pada ketenangan hati dan jiwa".
Semoga kita semua menjadi orang yang pandai mensyukuri akan nikmat dan karunia yang telah Allah s.w.t  berikan.

Aamiiin ya rabbal'alamin

Coba Bangkit Dari Depresi Ini


Apa yang kalian kalian pikirkan tentang kehidupan? 
Terutama kehidupan rumah?
Lingkungan sekitar?
Pergaulan?
Masa lalu?
Masa saat ini?

Kadang gua benci mengatakan ini, tapi gua tetep mengatakannya. 

Gua coba bangkit dari depresi ini?
Pasti
Gua coba keluar dari penjara kelam ini?
Pasti
Gua coba melepaskan diri dari monster yg mengendalikan gua?
Ya tentu. 

Kalo mereka bertanya, sekarang bagaimana? Gua cma bisa jwb, entahlah. Kadang gua merasa gua berhasil bangkit tapi kadang gua ngerasa gua semakin terperosok ke dallm jurang ini. 


Gua mau cerita perspektif gue, karena rasanya depresi itu susah banget dijelasin. 
Pengalaman gue, suicidal thoughts udah dari kecil, tapi yg bangkitin depresi gua itu setelah kepergian nyokap th 2015 lalu hampir 5th ini peaknya. 

Bisa dibilang itu karena kesepian (iya gue jomblo, tapi bukan itu intinya) banyak faktor lain terutama keluarga yg selalu menekan gua hari demi hari sampe akhirnya memperparah depresi gua, gua banyak mendapati kekerasan perbuatan dari mereka, dan pukulan2 perkataan yg melebamkan perasaan gua. 

Stigma depresi itu nyata gais.
Gua berasal dari keluarga yang gak seharmonis kebanyakan keluarga, di mana gua harus berjuang mati matian buat tetap bertahan dengan segala kebencian yang ada, teriakan teriakan dan pertengkaran mereka cuma buat gua ingin nangis dan melukai diri gua sendiri, percaya atau tidak meskipun sekarang semua terlihat baik baik saja tapi kenyataannya tidak. 

Secara lingkungan gue bisa di bilang cukup, tapi gue gapunya banyak temen, sekolah gue gak lancar, hidup gue ngga pernah ngga ada masalah. 

Makanya susah buat gua minta tolong ke orang orang terdekat gua karena ini hal yg tabu dan nggak semua orang mengerti apa yg diri gua rasain, tubuh sehat tanpa jiwa? Gmna y nge jelasinnya Karna itu yg selama ini gua rasain dan gua selalu berpikir seandainya bisa memberikan tubuh sehat ini ke orang yg membutuhkannya. 

Karna Hal ini nggak akan pernah bisa hilang, gue cuma bisa berusaha hidup dengan depresi ini. 

Gue bahkan nggak tau pasti kapan monster ini bangun lagi, nggak bisa di duga datengnya. 
Kalau kalian sudah sadar keadaan kalian, reach out. 
Isolasi itu berbahaya gua pernah mengisolasi diri gua di kamar dan ternyata Bkn malah memperbaiki tapi malah memperburuk keadaan. 

Gak ada yg salah saat kalian Menunjukkan kekurangan kalian, itu bukan hal yang lemah, itu artinya kalian berani dan kuat menghadapi rasa takut kalian. 
Percayalah dengan semesta. Kalian dibantu itu juga bukan berarti kalian lemah, itu berarti mereka percaya dengan kekuatan kalian dalam melawan semua kendala. 
Keputusan bunuh diri kalian, gue hargai karena gue ngerti, hidup emang berat dan rumit. 
Maka, pastikan kematian kalian bermakna, karena kalian mati cuma sekali, jangan sia-siakan kematian yang berharga itu. 

Ingat, dunia ini gila. 
Bach meniduri sepupunya sendiri. 
Archimedes si penari telanjang. 
Einstein benci kaus kaki. 
Dedy corbuzier jatoh waktu ngejar gaby jkt48. 
Steve Job jarang mandi. 
Winston Churchill tukang tidur. 
Apa alasan kita hidup normal
Kita semua gila. Godspeed!!!

"Live a life you will remember"
Gua juga introvert, tapi kadang perlu being vunerable. 
Setelah hampir 5th ngadepin depresi di tambah hampir setahun ini gua kena self injury pula, gua coba lari dari gejala penyakit yg bolak balik ini, akhirnya mau ga mau gue harus mengadapi ini dengan Jujur sama diri sendiri. 
That's an introverts need. 
Don't give fuck to others opinion as long as you tell the truth and stand for yourself :)

Kita takut saling kehilangan meskipun tak ada ikatan yang lebih

janjimu palsu

Begini saja
Tak saling mengungkapkan
Saling mengerti satu sama lain
Saling bertukar kabar

Mungkin diantara kita berdua
Memang sudah tau
Kita memiliki rasa
Kita takut saling kehilangan meskipun tak ada ikatan yang lebih
Namun kita saling mengerti keinginan itu

Aku tak butuh kepastian, karena aku aku tau
Kita saling cinta, saling suka dan saling support
Dan intinya kita nyaman menjalani seperti ini

Keep Your Heart


keep your heart
so as not to be damaged.
because a broken heart will be difficult to accept reality.

khadim al-qur'an
is the most noble revelation.
which descends directly into the clean heart.

whatever form of advice
when it brings goodness
there's nothing wrong with us paying a little attention,
so as not to get lost into the brink of destruction

RINDU BUKAN SEBUAH DOA


Teruntuk cintaku yang berjarak
Semoga yang jauh hanya jasad bukan dua hati
Semoga yang tersimpan hanya rindu bukan doa
Semoga yang di korbankan hanya waktu bukan kesetian

Cinta yang luar biasa adalah cinta ibuku kepada ayahku.
Ibu hanya mencintai ayah, sampai sejauh ini ibu masih mencintai ayah,
cinta yang tidak akan pernah hilang,
cinta yang tidak akan pudar.

Aku begitu kagum akan cinta ibu, memberikan kasih sayang kepadaku dan kakakku, mencintai ayah melalui hati, dan ibu selalu mengirimkan doa kepada ayahku.

Ibu, darimu aku mengetahui bahwa cinta itu suci dan abadi.
Ayah, aku merindukanmu sampai detik ini cinta dan rindu itu menjadi satu dan semakin membesar. Ayah, darimu aku belajar bahwa kekuatan yang luar biasa adalah jiwa yang mampu menerima keadaan dengan ikhlas.

Ayah, tunggulah sejenak lagi anak-anakmu akan sukses dan memberikan kebanggaan serta kebahagiaan dan menghadirkan senyuman termanis dari cinta sejatimu, yaitu ibu.

Desember tanpa hujan


Melepaskan sama rumitnya dengan Menggangam...
Ketika merasa bahagia dan sakit di waktu bersamaan
Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas
Merasa senang sekaligus cemas dalam pikiran...
Kau pikir itu mudah....?
Ini adalah hal yang sulit...
Aku hanya berharap agar semua baik-baik saja...


Nikmati Saja Kehidupan ini


Pagi yang cerah secerah warna kopi susu
Membuat hayalan untuk merindu
Terlihat manis tapi pahit saat di minum
Seperti rinduku saja,indah hanya hayalan
Mungkin tapi entahlah.

Selamat pagi all preeend


Bawa Happy Aja

DIA NORMAL KAGA YACH


Ada banyak kejutan di dunia ini. 
Terkadang, seseorang yang dulu begitu membuatmu terpuruk saat dia pergi dengan pilihan dan kebahagianya dia sendiri. 

Suatu ketika di pertemukan kembali, bagiku rasanya sudah biasa saja tuh. 
Bahkan kamu sama sekali tidak peduli perihal apa pun tentang dia lagi. 
Dia menjadi benar-benar asing bagiku. 

Dan, yang aneh malah, dia yang memintamu mengingat-ingat hal-hal yang dulu pernah terjadi.

Memaksakan diri agar memory itu tidak di lupakan begitu saja. 
Padahal waktu aku yang terluka sudah berabad abad lamanya, dia seolah tidak punya rasa bersalah di dadanya.

DIA  NORMAL GAK SIH

WANITA YANG BERHARAP TIDAK DILIHAT


Gamis hitam yang membalut tubuhmu,
Tampa hiasan apapun, begitu menegaskan
kesederhanaan sosokmu....
Beberapa pasang mata melihatmu,
tetapi kau acuhkan itu.

Kau justru tertunduk malu, meski pandangan
mereka takkan mampu menembus tiap detail lekukmu.
Kau terus berjalan, tampa peduli dengan apa yang ada dibenak mereka tentang

Kau justru tertunduk malu, meski pandangan mereka takkan mampu menembus tiap detail lekukmu.
Terus berjalan, tanpa peduli dengan apa yang ada di benak mereka tentangmu.

Kau malu...
Malu, karena kau tak ingin ditatap oleh mereka yang tak halal bagimu.
Sebegitukah kau menjaga dirimu?

Tak satupun fotomu dapat ditemukan, tak sepintas pesonamu kau tunjukkan.
Bahkan kau tak peduli jikalau tak banyak orang yang dapat mengenali siapa dirimu.
Rasa malumu itu mungkin telah berhasil membuat bidadari surga cemburu.

Lalu, bagaimana denganku?
Dapatkah aku menjadi sepertimu?
Sejenak kekhawatiran menyelimuti hati dan juga pikiranku.
Aku takut imanku goyah sewaktu-waktu. Takut...akan lunturnya semangat istiqomahku.

Walau begitu...
Aku mengagumimu, mengagumi wanita yang seperti itu.
Wanita yang 'tidak ingin dilihat' dan begitu memelihara rasa malu.
Untuk Dia dan kekasih halalmu, kau rela melakukan semua itu.
Terimakasih wanita "pemalu" yang telah menjadi inspirasiku.
Semoga aku dapat menyamai langkahmu...

sumber : Lia

KENTUT DALAM RAPAT GURU SEKOLAH


KENTUT DALAM RAPAT GURU SEKOLAH
Di tengah suasana serius dalam rapat sekolah, tiba -tiba ada yg kentut. Inilah komentar setiap guru
  • Guru Biologi: ini merupakan ciri2 makhluk hidup dlm melanjutkan hidupnya 
  • Guru PKN: Inilah salah satu ciri khas bangsa kita. Suka menahan diri sampe akhirnya kebobolan sendiri... 
  • Guru Fisika: Inilah iner power. Tenaga yg di pakai tdk terlalu besar, ttpi hasilnya luar biasa... 
  • Guru Seni: Bunyinya terletak di nada 
  • Guru bhs Indonesia : aromanya sulit di ungkapkan lewat kata kata...
  • Guru Agama : Inilah salah satu yg membatalkan wudhu 
  • Guru Geografi : Posisi ke beradaannya mengikuti Arah angin... 
  • Guru Kimia: H2S yg mengotori Atmosfer 
  • Guru Ekonomi : Inilah prinsip utama utk hasil besar dari pengeluaran sekecil2nya 
  • Guru matematika: Baunya tdk dapat di_kali tapi bisa di-bagi... 
  • Guru Sosiologi : salah satu perilaku menyimpang pd sikap seseorang 
  • Guru Sejarah: ini salah satu sebab terjadinya perang dalam sejarah dunia.... 
  • Guru Olahraga Sepak Bola : umpan silang pemain menuju depan gawang sehingga menghasilkan bunyi tendangan yg dahsyat...

KEPALA SEKOLAH : KURANG AJAAAAAARRRRR...... Rapat bubar.....!!!!

Ujian Rumah Tangga



Tidak Ada Rumah Tangga yang Sempurna.
Semua punya ujian masing-masing.

Ada yang diuji lewat suaminya.
Ada yang diuji lewat istrinya.
Ada yang diuji lewat mertuanya.
Ada yang diuji lewat saudara iparnya.
Ada yang rukun semuanya, tapi masih merindukan momongan.

Ibarat sekolah, murid yang tidak lulus ujian, bukan karena soalnya, tapi karena salah menjawabnya. Kenapa bisa salah menjawab? karena tidak mau belajar.

Begitu juga ujian rumah tangga.
Ini bukan tentang ujiannya, tapi bagaimana kita menyikapi saat ujian datang. Melewati ujian harus ada ilmunya. Tentu saja ilmu agama.

Tidak akan lulus ujian kehidupan, kalau malas belajar ilmu agama (ngaji).
Tanpa ilmu, kita hanya akan mengikuti nafsu.

Nafsu yang dibisikan oleh syetan, yang memang maunya mengajak kita sama-sama membangkang Allah.

Ayo diniatkan, rutinkan ikut pengajian, belajar ilmu agama, lalu amalkan.
Kalau setiap hari sibuk dengan pekerjaan, minimal hari libur, ikut kajian di pengajian.
Ngaji mah kalau nggak disempatkan, nggak akan pernah sempat.
Karena sibuk mah kalau diturutin, nggak akan ada habisnya

Sumber : Ana Ria Liana

Life does not always have to be serious



Life does not always have to be serious, sometimes we need something entertaining to refresh the mind in order to avoid stress.

Well, this entertainment can come from anywhere, from those who need a lot of money to free ones.
If you are looking for free entertainment, you can find it through words, pictures, and funny videos that are found on the internet. One of them can be found in a collection of articles in Bawa Happy Aja

Beginilah aku


Aku? Bukan lagi laki laki hits, gaul, keren, rambut di warna warni, sepatu branded, baju brand, jam tangan bermerk, makan makanan modern, nongkrong di kafe, suka hunting, hangout yang menghabiskan waktu diluar rumah dan bergaya mewah yang mengahabiskan uang.
Tapi Aku?
Cuma laki laki rumahan yang biasanya hanya kerja, kuliah dan ngebantu orang tua macul di sawah, cuci piring, cuci baju, bantu masak, nyapu, ngepel dan pekerjaan rumah lainnya, rambut ku aja nggak aku urus
Beginilah aku, laki laki yang menuntut kesederhanaan
Aku bukan laki laki yang bersenang senang ketika orangtua aku kesusahan mencari uang demi anaknya.
Aku gak suka ikut ikutan zihad , bela politik ..... 👎👎👎
Zihad bagiku cukup cari nafkah buat ngidupin keluarga, solat lima waktu, ngaji itu sudah cukup bagiku zihad

#Pendewasaan😍😍😍

Menikmati Proses Pemulihan Hati


Sejak saat itu ketika aku memutuskan untuk mengakhiri semuanya, yang ada di benakku hanya satu menyibukan diri dari hal-hal yang tak mengingat tentangmu lagi

Aku berusaha keras untuk melupakan semua kenangan bersamamu, begitu berat memang kenyataan yang harus aku lalui. Tapi aku tak menyesal, aku hanya ingin menjadi diriku yang lebih baik lagi dan jika kau bertanya......???

Apakah aku bahagia???
Jelas aku bahagia, karena kebahagianku tanpa dirimu juga aku bisa bahagia dan kau tak perlu tau bagaimana aku sekarang. Yang pasti aku sudah tak ada di tempat dimana aku pernah tertancap duri

Saat aku tertancap duri, aku tetap harus tetap bangkit dan memperjuangkan harapan demi masa depan yang lebih baik. Aku tidak boleh menyerah hanya karena seseorang yang aku cintai ternyata tak benar-benar mencintaiku lagi.

Sesakit apa pun perasaanku saat di patah hati kan, aku harus bisa menerima bahwa itu suatu kenyataan yang telah tuhan berikan untukku.

Aku harus ikhlas
Aku harus sabar
Aku tidak pernah memaksa seseorang untuk terus mencintaiku
Aku harus terus melangkah dan menemukan di mana titik kebahagian itu benar benar menjadi hakku seutuhnya.

Aku bisa semoga para pembaca juga bisa, dan tetap semangat yach




Baca Juga Artikel Lainya