PASANG IKLAN

Cinta Sesaat


Akan ada saatnya gundahmu selesai
setelah pasrah kepada yang maha segalanya
Yang lebih paham lagi siapa yang di perlu
Yang sudah dari awal mengerti siapa pendampingmu

Yang akhirnya takdirmu seatap dengan ia yang
makin tidak sempurna, tidak ada di dalam kriteria
tetapi dengannya, kamu bisa hidup dalam bisa
saling melengkapi, mampu menerima
dan apa apanya selalu kamu dulu, bukan lainya

Aku Semakin Bertanya - Tanya

hipwee -nikmati-proses-menunggu-1.png
Aku barangkali hanyalah sehelai daun di antara rimbunnya hidup yang kau punya.
Kau punya ranting dan dahan, serta batang yang kuat.

Sementara aku semakin hari semakin menguning.
Pelan-pelan mulai di goyah oleh angin.
Kau bisa dengan mudah melepas ku.

Namun, jatuh dan berterbangan tanpa arah bukanlah hal yang menyenangkan.
Aku melayang-layang tanpa tujuan.
Jatuh ke tanah.
Lalu di paksa menyerah.
Di paksa ikhlas akan hal-hal yang tak ingin ku lepas.

Aku ingin bertanya.
Pada bagian ini apakah yang menyenangkan dari jatuh cinta?

Boy Candra

Menikah


Menikah itu bukan soal siapa yang paling cepat
Bukan soal sudah mapan atau belum

Tapi soal siapa yang sanggup dan berani lahir batin,
Sebab rezeki bisa di cari
Kasih sayang dan keberanian menerima tanggung jawab tak bisa di beli dengan uang dan kekayaan

kau boleh menikah dengan siapa saja,
tapi kau tidak bisa menentukan cintamu untuk siapa.

Nikah mah mudah,
kehidupan setelah menikah yang agak sulit
jadi berhati-hatilah memilih pasangan.

Kehilangan Abadi


Ada kehilangan abadi yang aku kenal pada dirimu
bahkan sebelum aku mampu memilikimu.
Pada sebuah film yang sama
Aku di buat terpukau dan terdiam akan sebuah hebatnya cerita dan kerapuhan karakter.
Aku tak mampu membedakan antara diriku dengan sang tokoh pada sebuah film.

Aku seolah-olah berada di dalam dunia sinema di mana sutradara membuatku jatuh cinta, lalu tak lama ia membuatku patah.

Aku seperti sang karakter yang sangat ingin mencurangi takdir, tetapi sang sutradara membuatku menyerah dan menjatuhkan diri pada ambang selasar pilu.

Kemudian, kehilangan abadi menciptakan sebuah kesunyian paling tulus.
Sengaja meninggalkan kesepian untuk memeluk ragaku.

Sang karakter dalam film adalah seorang pelukis.
Sebelum film berakhir, ia mengucapkan pesan terakhir.
Katanya jika kehilangan digambarkan dengan sebuah warna--maka ia akan memiliki warna paling gelap daripada hitam.

Film berakhir.
Alunan melankolis milik Chopin mengalun merdu menyentil telingaku.
Nelangsa merasuki ragaku perlahan.
Ke mana saja aku selama ini? Aku baru saja menyadari--bahwa engkaulah kehilangan abadi yang akan selalu aku cintai.

--Mega
#BlueVincent

Kita ini apa


Kita ini apa?
Kita ini bagaimana?
Terlalu jauh untuk menjadi dekat.
Terlalu dekat tapi tak punya tempat.
Kita ini saling menemukan tapi tak punya nyali untuk memulai.
Mengumpulkan banyak kata tapi tak tahu bagaimana cara merangkai.
Kita berdua ini pengecut; ingin disatukan semesta, tapi langkah pertama untuk mendekat pun tak ada.

Apa jangan-jangan kita hanya sebatas jiwa yang ingin berdua?
Apa kita ini ke salahan yang di paksa?

Apakah kita hanya dua hati yang berbunga-bunga?
Yang lalu akan layu begitu saja?
Ataukah memang selama ini semua hanya pementasan sebuah drama dalam dunia nyata?

Aku bertaruh, saat ini kau sedang merindukanku,
tapi kau tak tahu bagaimana cara untuk mengaku.

Karena tanpa kau setujui, aku pun merindukanmu setiap hari.
Ingin semua yang kita bicarakan sejak dulu menjadi obrolan nyata.

Semuanya jelas, di hadapan mata.
Di tengah-tengah kau dan aku,
Di tengah sumpah kita yang terlalu ingin menyatu.
Tapi tunggu dulu, biar kutanya kau sesuatu.

Atas kedekatan ini, adakah ternyata sebuah ego yang diam-diam telah di kesampingkan
Atas nama kesungguhan hati, adakah mungkin ke percayaan lain yang telah di korbankan?
Karena tak peduli seberapa pun kerasnya aku menentang,
kamu tetaplah satu-satunya yang aku inginkan.

Lalu bisakah kau terus di sini bahkan saat keadaan mendorongmu pergi?
Bolehkah kita terus berdua walau tak bersama?
Adilkah pada yang lainnya saat ku minta dunia hanya milik kita saja?
Bisakah kau menjawab pertanyaan-pertanyaanku yang entah di mana ujungnya?

Hanyalah Sekedar Ambisi Semata


Suka seseorang itu hak dari seseorg itu sendiri. 
Gimana kitanya memperilakukannya seperti apa. 
Kalo ada niat untuk memiliki itu bukan rasa yang tulus. 
Itu hanyalah sekedar ambisi semata

Inginku kamu


Berkali-kali menulis bait-bait kata dengan topik dirimu, mungkin banyak pembaca yang merasa bosan karena topik yang ku pilih selalu tentang dirimu.

Entah apa yang merasuki diriku, topik tentang kamu adalah topik yang sangat-sangat banyak memunculkan ide-ide baru, bahkan untuk setiap baitnya.

Ya walaupun tadinya enggan mengingat yang sudah-sudah, tapi sayang juga jika di lewatkan begitu saja. Pikirku, kenapa tidak di abadikan menjadi sebuah tulisan yang bisa kita kenang?

Iya, aku tahu. Hanya aku yang mengingat semuanya, hanya aku yang mampu mengenangnya.
Iya aku juga tahu, bahagiamu bukan lagi aku tapi sayangnya bahagiaku masih tetap kamu.

Ya sudah, tidak apa.
Setidaknya aku sudah berusaha untuk melupa namun teringat kembali karena sangking banyaknya cerita. Berbahagia sana, harapku hanya satu "semoga kamu tidak akan pernah bahagia dengannya" Hahaha

—NabilaNatasya

Baca Juga Artikel Lainya