PASANG IKLAN

Tampilkan postingan dengan label PILPRES. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILPRES. Tampilkan semua postingan

MARI KITA CIPTAKAN HARMONISASI DALAM PERBEDAAN


     Indonesia negara yang memilki banyak perbedaan didalamnya. Perbedaan itu terjadi di setiap sisi kehidupan masyarakat mulai dari sosial, ekonomi, agama, budaya, tradisi, hingga pendapat dan sudut pandang dalam Politik.
Perbedaan itu terus di praktikan dan sudah menjadi sebuah ciri khas kita dalam berperilaku.

Namun, dewasa ini perbedaan itu terasa bagaikan pisau yang siap untuk mengoyak pendirian orang dan kapan saja bisa membuat lawannya menjadi lemah.

Hal tersebut dilakukan karena tidak sama-sama saling menghargai dan menghormati perbedaan yang ada dan merasa bahwa pandangannya terhadap sebuah peristiwa atau aspek kehidupan paling benar.

Saat ini hal tersebut sedang di praktikan oleh beberapa golongan yang berbeda pendapat mengenai PILPRES 17 APRIL  2019,. Hal tersebut memunculkan banyak perdebatan publik dan banyak mengundang permasalahan yang lumayan kompleks.
        Hal seperti ini seharusnya dapat kita hindari agar mayarakat indonesia dan seluruh elemen didalamnya tidak terpecah belah dan saling bermusuhan satu sama lain. Bukankah Mencegah lebih baik dari pada mengobati,

hindarilah hal-hal yang bisa mengundang banyak perhatian publik dan berpotensi memunculkan permasalahan besar. Hargai setiap perbedaan yang ada

Berlapang dada dalam menerima merupakan kemampuan dasar namun memiliki dampak yang besar dalam menerima dan menghargai perbedaan pendapat yang timbul diantara masyarakat atas suatu hal. menerima perbedaan juga dapat mendukung seseorang dalam mengembangkan dirinya agar lebih dewasa.

Ketidakmampuan seseorang dalam menerima perbedaan itu akan menutup salah satu jalannya kearah yang lebih baik karena hanya merasa bahwa dirinya yang lebih baik.

Seseorang yeng menerapkan hal tersebut percayalah ia merupakan orang yang kurang beruntung. Ingatlah keadaan setelah hujan turun, maka akan muncul pelangi yang indah karna adanya banyak perbedaan warna didalamnya,

jika diibaratkan seperti itu maka akan tampak sangat indahlah indonesia dengan banyaknya perbedaan. Pembiasaan menerima perbedaan harus diawali diri sendiri.
           Kita harus bisa mengatur paradigma bahwa segala sesuatu secara alamiah memang harus berbeda.

Sebab perbedaan merupakan varian yang akan memperindah kehidupan. Bisa juga melatih menerima perbedaan gagasan melalui diskusi.

Cobalah menerima dan memahami semua pendapat. Kalaulah pendapat-pendapat tersebut tidak dapat digabungkan, setidaknya dapat menambah wawasan kita. Dengan cara-cara inilah akan membentuk sebuah pribadi, budaya dan karakter yang kuat.

Siapapun PILIHANMU dan Siapapun yang terpilih menjadi PRESIDEN
Jangan ada perbedaan di antara kita Meskipun berbeda tetapi satu tujuan Untuk indonesia  😎

MARI KITA CIPTAKAN HARMONISASI DALAM PERBEDAAN

Pesan Moral Ini di persampaikan oleh :
https://indonesiana.tempo.co
http://bawahappyaja.blogspot.com

Pertarungan Putra Terbaik Bangsa

KITA SUKSESKAN PILPRES 17 APRIL 2019
Pilpres 2019: Pertarungan Putra Terbaik Bangsa

Kita boleh kecewa pada Jokowi, boleh pula tak percaya pada Prabowo.

Tapi kita harus akui, faktanya mereka adalah 2 orang putra terbaik bangsa.

Jokowi adalah kisah nyata seorang rakyat biasa yang bisa menjadi manusia luar biasa. 
Impian banyak anak desa, doa dari semua orang tua untuk anaknya. ini bukan sinetron dan dongeng, ini nyata, seorang anak pinggir kali, yang harus pindah rumah berkali-kali karena tak mampu bayar sewa juga kena penggusuran dari angkuhnya kehidupan kota.

Beliau lahir dari anak tukang kayu, pembelajar keras yang akhirnya mengantarkan dirinya masuk ke Jurusan Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM), salah satu kampus terbaik yang tak semua orang mampu meraihnya.

Jokowi bukan aktivis mahasiswa, tak punya nama di zamannya.

Jokowi memilih menepi dari politik kampus, ia lebih suka naik gunung di akhir pekan, hingga akhirnya secara bertahap merintis bisnis dan menjadi pengusaha mebel di Surakarta. 
Ya doa jutaan orang tua, "bapak kuli, semoga kamu bisa jadi insinyur". Jokowi adalah kisah nyata perjuangan anak miskin yang mengangkat derajat keluarganya melalui pendidikan dan kerja keras.

Jokowi bukan kader asli yang dibesarkan partai, ia awalnya diminta menemani F.X. Hadi Rudyatmo (PDIP) yang enggan maju sebagai walikota Solo karena khawatir dengan isu agama dan memilih menjadi wakil Jokowi yang diprediksi lebih bisa diterima publik Solo karena seorang muslim.

Jokowi menghadirkan kepemimpinan gaya baru di Solo, berdialog dengan masyarakat yang akan di relokasi, menggusur dengan sangat manusiawi, bahkan dengan PKL dikirab layaknya festival budaya, dikawal satpol PP layaknya pejabat. Tak ada kekerasan, pengggusuran itu dibuat menyenangkan.  Tak heran, ia menang mutlak dalam periode kedua kepemimpinanannya di Solo. Kecemerlangannya dalam memimpin mengantarkan beliau  menapaki jabatan sebagai Gubernur DKI Jakarta (2012) hingga menjadi Presiden RI (2014).


Prabowo adalah Putra terbaik dalam segala aspek. Kakeknya adalah Pendiri Bank Negara Indonesia (BNI), Raden Mas Margono Djojohadikoesoemo, beliau juga Anggota BPUPKI dan Ketua DPAS pertama. Ayahnya adalah begawan ekonomi legendaris republik ini, Prof. Soemitro Djojohadikoesoemo, yang namanya di abadikan menjadi nama gedung di Kementerian Keuangan. 
Sumitro juga pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menristek, Menteri Perindustrian dan Perdagangan di Era Soekarno dan Soeharto.

Soemitro juga terkenal sebagai kritikus yang berani dengan keras menentang kebijakan-kebijakan ekonomi Soekarno dan Soeharto yang dianggap tidak pro rakyat. 
Bahkan pernah menjadi buron ke luar negeri di masa pemerintahan Soekarno karena dianggap terlalu vokal dan berbahaya. Saat menjadi Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Sumitro pernah "di diamkan" tak di sapa ibu Tien Soeharto selama setahun karena menolak memberikan hak istimewa dalam perdagangan. 

Prabowo lulus sekolah menengah di usia 16 tahun, lebih muda dari sebayanya. Di usia 17 tahun, Prabowo bersama aktivis legendaris Soe Hok Gie mendirikan LSM Pembangunan, yang fokus pada pembangunan desa dan merupakan LSM Pertama di Indonesia

Di tengah keluarga intelektual, ia justru memilih jalan berbeda menjadi prajurit bangsa. Prabowo adalah lulusan Akademi Militer tahun 1974. Meski di militer, Prabowo tetap mewarisi tradisi intelektual ayahnya.  Beliau terkenal sebagai tentara yang paling rajin membaca dangan koleksi buku yang sangat banyak dan menguasai 4 bahasa asing, yaitu bahasa Inggris, Perancis, Belanda, dan Jerman. Prabowo berkali-kali dikirim mengikuti pelatihan dan kursus di luar negeri tahun 1974, 1975, 1977, 1981.  Beliau juga pernah mengenyam pendidikan Counter Terorist Course Gsg-9 di Jerman dan Special Forces Officer Course di Fort Benning USA. 
Beliau bersama Putra Raja Yordania menjadi lulusan terbaik dari pendidikan militer yang di ikutinya di Amerika Serikat.

Percayalah, isu Jokowi akan membangkitkan PKI dan Prabowo akan mendirikan Khilafah hanyalah permainan buzzer untuk menakut-nakuti kita. 

Jokowi jelas masih berusia 5 tahun saat PKI dibubarkan, ayahnya pun jelas bukan intelektual PKI, hanya tukang kayu yang tak tahu urusan politik PKI.

Prabowo, meski di identikkan dengan ABRI Hijau dan sangat dekat dengan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) milik B.J. Habibie di tahun 1998, nyatanya ibu dan adik Prabowo adalah seorang nasrani. Prabowo dan ayahnya muslim. Saat natal maupun lebaran, mereka merayakan bersama-sama. Begitulah keberagaman dan toleransi yang hidup di keluarga Prabowo.

Prestasi Jokowi dan PrabowoJokowi pernah di nobatkan sebagai salah satu walikota terbaik dunia, pun begitu dengan Prabowo yang mampu meraih banyak prestasi saat memimpin kopassus dan membuat kopassus menjadi salah satu satuan elit terbaik di dunia dan pasukannya memiliki kesejahteraan di atas rata-rata.

Jokowi sukses dengan Asian Games, kita semua di buat terpesona dengan upacara pembukaan dan penutupan yang luar biasa. Tapi jangan lupakan bahwa medali terbanyak yang mengatrol peringkat Indonesia adalah cabor Pencak Silat yang di bina oleh Prabowo sebagai ketua IPSI.

Akuilah, mereka berdua ada putra terbaik bangsa ini. 
Hanya berbeda gaya bahasa, Jokowi yang orang Solo tulen khas dengan keramahan dan suara lembutnya, gaya yang santai dan banyak bercanda. Kita semua tentu senang dengan gaya kepemimpinan yang asik dan merakyat. 
Beliaulah yang membawa gaya baru dalam definisi pemimpin di Indonesia.


Prabowo setengah Banyumas (Ayah) dan setengah Minahasa (Ibu). 
Banyumas memang ibarat Bataknya Jawa. Gaya Banyumasan lebih tinggi nada suaranya, sedikit ceplas ceplos dan terbuka dibanding jawa bagian Joglosemar (Jogja Solo Semarang) dengan tata bahasa krama inggil. Ditambah ibu yang dari Sulawesi dan latar bekalang militer. Wajar gaya bicaranya tegas dan berapi-api. 

Tapi tentu kita semua bangga jika punya pemimpin yang mampu berorasi dengan lantang dengan bahasa inggris yang fasih dalam memperjuangkan Palestina dan negeri tertindas lainnya di depan rapat PBB dan forum-forum internasional.

Jadi, baik gaya yang santai ataupun berapi-api ini hanya masalah selera pemilih saja, yang terpenting adalah keberpihakannya pada rakyat.

Jika Jokowi bukan orang yang baik tidak mungkin Prabowo memperjuangkannya untuk maju sebagai Gubernur DKI, dimana dulu Megawati hampir tidak merestui, tapi Prabowo yang memperjuangkan.

Sebaliknya, anda yang meyakini Jokowi adalah orang baik, artinya harus juga meyakini Prabowo adalah orang baik. 

Karena munculnya Jokowi ke Jakarta tak lepas dari perjuangan Prabowo dan adiknya yang menyokong dana kampanye Jokowi.

Jadi, stop terbawa arus informasi yang menghayutkan kita menjelek-jelekkan personal Capres. 
Kita harus kritis terhadap kebijakan dan program para Capres, tapi bukan menjatuhkan personalnya.

Kritik kebijakan dan programnya, bukan personalnya atau latar belakang keluarganya.

Tugas kita berikutnya adalah mempelajari program yang di tawarkan dan mengenali siapa-siapa saja yang berada dibalik Sang Capres pilihan. 
Karena kita telah sepakat keduanya orang baik, tinggal kita menilai orang-orang di sekitar0 mereka.

Bagi yang tetap ingin menyerang personal Jokowi dan0 Prabowo, pertanyaan sederhananya: "
Apakah anda sudah lebih baik dari Jokowi dan Prabowo?

Salam kampanye sejuk!pemilu damai! dan 17 April nanti, selamat memilih salah satu diantara 2 putra terbaik bangsa.

Oleh: Agus Taufiq

Baca Juga Artikel Lainya